Catatan dari Barisan Depan Konser Pertama Setelah Hujan Badai
Lumpur, jas hujan plastik, dan suara yang serak di akhir malam. Laporan dari tempat paling basah di festival.
Hujan badai datang satu jam sebelum headliner naik panggung. Sebagian penonton berlari ke tenda, sebagian lagi memilih bertahan di barisan depan dengan jas hujan plastik.
Lumpur dan suara serak
Lapangan berubah jadi kubangan. Sepatu tenggelam sampai mata kaki, dan setiap lompatan memercikkan lumpur ke orang di sebelah. Anehnya, tidak ada yang mengeluh.
Ketika band akhirnya muncul, hujan tinggal gerimis. Lagu pertama dinyanyikan bersama oleh ribuan orang yang basah kuyup. Vokalisnya tertawa melihat penonton yang tetap bertahan.
Ini konser paling basah yang pernah kami mainkan, dan mungkin yang paling kami ingat.
Pulang dengan cerita
Malam berakhir dengan suara serak dan pakaian yang tidak bisa diselamatkan. Tapi di antrean keluar, semua orang sibuk bercerita. Konser yang sempurna mudah dilupakan. Konser seperti ini tidak.