Musim Festival Dimulai, Harga Tiket Jadi Bahan Perdebatan
Line-up makin panjang, harga tiket makin tinggi. Penonton mulai menghitung ulang: datang demi musik, atau demi konten?
Setiap pengumuman line-up kini disusul pengumuman lain yang lebih ditunggu: harga tiket. Dan setiap tahun, angkanya memancing perdebatan yang sama di media sosial.
Apa yang sebenarnya dibayar
Promotor menyebut biaya produksi naik tajam. Sewa lahan, sistem suara, keamanan, dan honor artis mancanegara dibayar dengan kurs yang tidak bersahabat. Di sisi lain, penonton melihat harga makanan di dalam area yang ikut melambung.
Tiket harian kelas reguler naik sekitar sepertiga dibanding tahun lalu.
Paket VIP terjual lebih cepat daripada tiket reguler.
Banyak penonton memilih datang satu hari saja, bukan seluruh festival.
Datang demi musik, atau demi konten?
Sebagian orang mengakui alasan datang ke festival sudah bergeser. Panggung jadi latar foto, dan pengalaman dinilai dari seberapa bagus hasil unggahannya. Promotor membaca tren ini dan menambah instalasi visual di setiap sudut.
Kami tetap datang untuk band favorit. Tapi jujur, separuh waktu habis untuk antre foto.
Perdebatan ini kemungkinan tidak selesai tahun ini. Yang jelas, penonton makin selektif, dan festival yang tidak menawarkan alasan kuat untuk hadir akan merasakannya lebih dulu.