Seluloid Belum Mati: Komunitas Pemutar Film 35mm di Bandung
Proyektor tua, gulungan film yang dirawat seperti pusaka, dan penonton yang rela antre demi suara derak mesin.
Suara derak proyektor memenuhi ruangan sebelum gambar muncul di layar. Penonton terdiam, sebagian menahan napas. Di era layanan streaming, pengalaman ini terasa seperti ritual.
Merawat seluloid
Komunitas ini merawat puluhan gulungan film 35mm. Setiap gulungan disimpan di ruang dengan suhu dan kelembapan yang dijaga. Sedikit kesalahan bisa membuat film rusak permanen.
Proyektor tua mereka dirawat oleh seorang teknisi senior yang sudah bekerja di bioskop sejak muda. Ia kini mengajarkan keahliannya pada anggota yang lebih muda.
Film digital itu sempurna. Seluloid itu hidup. Ada goresan, ada debu, ada cerita di setiap gulungan.
Penonton yang rela antre
Pemutaran diadakan sebulan sekali dan tiketnya selalu habis. Penonton datang dari luar kota, sebagian hanya untuk merasakan sekali saja bagaimana film dulu ditonton.